Rabu, 09 Januari 2019

Masalah, Makalah, Muamalah



Ngainun Naim


Hari ini saya diminta memberikan catatan dan komentar atas paparan hasil survei yang dilakukan CEPS, sebuah lembaga milik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Tulungagung. Survei yang dilakukan bertajuk “Ketergantungan Pasar Se-Kabupaten Tulungagung terhadap Rentenir”. Selain Rektor IAIN Tulungagung, Dr. Maftukhin, M.Ag. dan Dekan FEBI, Dr. Dede Nurrohman, M.Ag., hadir juga Bapak Diffi A. Johansyah, Kepala Perwakilan BI Jawa Timur dan Bapak Joko, Kepala Perwakilan BI Kediri.
Saya mengapresiasi terhadap paparan survei ini. Menurut saya, ini merupakan tradisi ilmiah yang harus dirawat dan terus ditumbuhkembangkan secara baik. Sesungguhnya penelitian itu ruh bagi sebuah perguruan tinggi. Karena itu, penelitian—apa pun jenis dan ragamnya—harus dilakukan secara serius. Kerja CEPS, menurut saya, adalah bagian dari keseriusan para mahasiswa yang harus diapresiasi secara positif.
Sebagaimana dikatakan oleh Bapak Diffi A. Johansyah, survei itu kerja riset yang serius. Banyak bidang kehidupan membutuhkan survei. Keahlian survei harus semakin diperkuat agar menjadi keunggulan para peneliti muda di CEPS.
Saya sampaikan kepada para peneliti bahwa penelitian itu selain bermutu, juga harus bermanfaat. Penelitian bermutu membutuhkan proses yang panjang. Semakin sering melakukan penelitian maka mutu penelitiannya akan semakin bagus. Sementara kemanfaatannya diukur dari seberapa besar pengaruhnya terhadap perubahan positif pada masyarakat. Dua aspek ini penting menjadi bahan pertimbangan bagi para peneliti.
Jika ingin mengubah masyarakat, sebagaimana rekomendasi survei CEPS, saya menyarankan untuk melakukannya secara perlahan. Mulai dari sedikit, dikerjakan serius, dan hasilnya konkrit. Keberhasilan kecil akan menjadi role model bagi yang lainnya. Karena itu, sebagai rencana tindak lanjut (RTL) riset ini, bisa dimulai dari pendampingan yang serius dalam skala kecil.
Hasil penelitian teman-teman CEPS memang masih membutuhkan perbaikan secara terus-menerus. Melalui cara inilah sebuah penelitian berkualitas akan tercapai. Jika tidak mau belajar dan memperbaiki maka tidak akan ada penelitian yang berkualitas.
Ada paparan menarik dari Bapak Diffi A. Johansyah yang penting untuk dicatat, yakni jangan sampai menyelesaikan masalah itu dengan makalah. Makalah penting tetapi tidak akan menyelesaikan masalah. Masalah selesai dengan muamalah.

Tulungagung, 9-1-2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar