Senin, 19 Juni 2017

Membacalah Agar Mudah Menulis


*Ngainun Naim*

Seorang peserta pelatihan menulis dengan bersemangat bercerita bahwa ia ingin sekali bisa menulis. Ia bermimpi memiliki karya. Tetapi berkali-kali mencoba menulis selalu berujung pada kegagalan.

"Anda sering membaca?", tanya saya.

"Jarang Pak", jawabnya.

"Anda sehat", saya menimpali.

Dia terbelalak. Kaget dengan pertanyaan saya.

"Jelaslah Pak. Kalau tidak sehat mana mungkin bisa hadir di sini".

Saya kemudian menjelaskan bahwa membaca adalah kunci penting menulis. Seorang penulis harus rajin membaca. Semakin banyak membaca semakin luas wawasannya. Kosakatanya semakin kaya. Ide-idenya lebih mudah mengalir.

Tanpa memiliki tradisi membaca, kecil kemungkinannya dihasilkan tulisan yang baik. Kalaupun berhasil membuat tulisan, kualitasnya tentu jauh dari harapan.

"Sebuah tulisan diharapkan dibaca orang. Mustahil orang mau membaca kalau penulisnya jarang membaca juga", tegas saya.

4 komentar:

  1. betul-betul-betul
    banyak calon penulis malas baca.... alhasil, gak pernah jadi-jadi

    BalasHapus
  2. Iya Bu. Bagaimana mungkin bisa menulis kalau jarang membaca.

    BalasHapus
  3. Leres, pak..
    Siapa pun yg ingin menulis, harus rajin membaca.
    Saya sendiri juga sering mendapati teman yg seperti itu. Ketika saya suruh menulis, katanya tidak bisa.
    Ketika saya menulis status yang panjang, katanya seperti membaca koran dan malas membacanya.

    Membaca adalah kunci agar kita bisa menulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas. Terima kasih ya atas kunjungannya.

      Hapus