Selasa, 25 April 2017

Tentang Hidup dan Ketidakterdugaan



Oleh Ngainun Naim



Sebuah buku karya Baskara T. Wardaya, SJ menarik perhatian saya. Bersama keluarga saya mengunjungi pameran buku di Gedung Serbaguna Trenggalek pada 16 April lalu. Memang tidak banyak buku yang menarik perhatian, tetapi mengajak anak-anak melihat pameran buku merupakan kegiatan edukatif yang saya nilai cukup penting.

Sesungguhnya buku Baskara belum masuk prioritas untuk saya baca. Tetapi saat hendak ikut Workshop Jurnal Terakreditasi di Hotel Amaris Surabaya, 19-21 April, saya memilih buku Baskara sebagai teman perjalanan. Perjalanan tanpa buku di dalam tas terasa ada yang kurang.

Buku Baskara bukan buku ilmiah yang berat. Isinya tentang refleksi beliau selama satu setengah bulan dirawat di rumah sakit. Ya, isinya tentang hidup dan ketidakterdugaan.

Buku ini baru saja selesai saya baca. Maklum, bacanya ngemil. Sedikit demi sedikit.

Saya ingin membuat catatan atas buku ini. Ya semacam resensilah. Semoga diberi kemampuan dan kesempatan. Amin.

Warung KCT Trenggalek saat hujan deras bersama anak sulung. 23/4/2017

6 komentar:

  1. selamat menyelesaikan bacaan dan meresensi, pak Ngainun

    BalasHapus
  2. ya betul pak, saya juga sering mengajak putri saya kalau ada pameran buku, tapi yang sering ke toko buku, untuk menumbuhkan semangat membacanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Bu. Mengajarkan membaca sedini mungkin insyaallah banyak manfaatnya bagi kehidupan anak kelak.

      Hapus
  3. Wahh... Hotel Amaris Surabaya dekat dengan tempat kerjaku, pak..
    Suatu kehormatan kalau seandainya saya bisa berjabat tangan kalih Njenengan. Hahaha ngarep.

    Ya, dengan mengajak anak2 untuk berkeliling di toko buku memang banyak manfaatnya. Dan juga anak2 bisa memilih sendiri buku bacaan yang disukainya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya? Wah, nggak tahu mas. Semoga suatu saat bisa bertemu ya.

      Hapus