Kamis, 02 Februari 2017

Membaca Sebagai Kunci Sukses



oleh Ngainun Naim

Sebuah status facebook seorang guru besar Universitas California, Riverside, Prof Mohammad Ali, Ph. D sungguh menggelitik. Status yang diunggah pada hari selasa tanggal 24 Januari 2017 tersebut bunyinya begini:

Banyak orang sukses di dunia bukan karena IQ mereka tinggi, tapi karena mereka rajin membaca. Dan saya khawatir, gara-gara media sosial, saudara-saudara dan teman-teman saya jarang atau tidak pernah membaca.

Status tersebut--menurut saya--secara intrinsik memuat dua hal. Pertama, membaca adalah salah satu kunci sukses.

Kunci sukses menjadi topik yang cukup laris sekarang ini. Topik inilah yang menjadi jualan utama para motivator. Berbagai strategi mereka tawarkan. Tetapi sejauh yang saya amati, jarang yang menyebut membaca sebagai kunci sukses.

Membaca tidak hanya menelusuri deretan teks, tetapi juga membuka pandora pengetahuan. Semakin luas pengetahuan seseorang semakin terbuka wawasan dan kreativitasnya. Berbagai kemungkinan meraih sukses dapat ia temukan.

Kedua, sekarang ini jumlah orang yang membaca buku semakin berkurang. Buku tampaknya kalah menarik dibandingkan media sosial. Dan ini kurang positif bagi kehidupan kita ke depan. Semakin sedikit pengetahuan biasanya semakin tidak matang emosional dan rasionalitasnya.

Kini media sosial banyak diwarnai manusia-manusia yang jarang membaca. Cirinya jelas: mudah membuat status atau komentar provokatif, hobi share berita yang tidak valid, menyebarkan hoax, dan hal-hal negatif lainnya. Manusia kurang membaca semacam ini akan sulit sukses dalam hidupnya.

Tulungagung, 1 Pebruari 2017

7 komentar:

  1. Betul, pak. Membaca kunci sukses namu sekang ini banya orang yang malas baca jika sudah berada di media sosial. Hal ini yang sangat mengewatirkan untuk perkembangan generasi muda, semangat bacanya pupus setelah mengenal media sosial.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Justru karena itulah pentingnya membaca harus terus dikampanyekan. Siapa tahu dari tulisan sederhana ini kemudian ada tergerak untuk membaca. Semoga.

      Hapus
  2. Saat ini memang banyak orang yang lebih asyik bermedia sosial dari pada membaca buku.
    Ciri2 yang telah disebutkan di atas memang benar. Dan sangat berbeda sekali dalam menulis status antara mereka yg suka membaca dan yang hanya asyik bermedia sosial.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Catatan sederhana semoga bisa berkontribusi--sekecil apapun--pada tumbuhnya kesadaran utk membaca buku, bukan hanya membaca status.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  3. dimana saya bisa mendapatkan buku ini pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa menghubungi saya via WA 081311124546

      Hapus