Rabu, 15 Februari 2017

Jaga Mulut

Oleh Ngainun Naim

Mulut itu sumber banyak hal dalam hidup ini, baik positif maupun negatif. Komunikasi, makan, menyanyi, dan masih banyak hal lain lagi dalam hidup ini yang dilakukan oleh mulut. Karena itu, mulut harus 'dikelola' secara baik agar memberi dampak positif dalam hidup ini.

Saya bukan orang yg mampu menjaga mulut dengan baik. Kalau sudah berbicara, rasanya ada saja hal-hal yanh lepas kontrol. Ingin rasanya mulut ini dipenuhi kebajikan, tetapi selalu saja tidak sepenuhnya berhasil. Saya sesungguhnya sadar akan pentingnya jaga mulut, tapi seringkali saya celometan atau mengucapkan sesuatu yg membuat teman tersinggung. Padahal sungguh, saya tidak bermaksud menyinggung mereka. Karena itu, dengan ketulusan hati saya meminta maaf atas segala hal yg kurang membuat perkenan beberapa teman.

Oh ya, ternyata jaga mulut itu juga menjadi kunci kesehatan. Mungkin Anda membayangkannya sebagai kesehatan jiwa. Bisa saja begitu, tetapi yg saya maksudkan adalah kesehatan fisik badani. Orang yg mampu menjaga mulutnya secara baik punya potensi lebih sehat dibandingkan dari yg tidak. Dalam hal ini, jaga mulut yg saya maksudkan adalah jaga mulut dalam hal makanan.

Saya menemukan catatan di koran Kompas edisi 13 Februari tahun 2014 yang memberitahukan bahwa Dr. Harry Tjan Silalahi, seorang pendiri CSIS, saat itu baru saja merayakan ulang tahunnya yg ke-80. Padahal, sejak usia 24 tahun beliau menderita diabetes. Beliau menjaga betul makanan yg masuk ke mulutnya sehingga secara umum kesehatannya tetap baik hingga usia 80 tahun. Padahal, diabetes adalah penyakit yang tdk ringan.

Saya juga teringat seorang tetangga yang sampai menjelang wafat di usia sangat sepuh tetap kuat ingatannya. Salah satu kuncinya adalah menjaga diri dari makan daging. Beliau vegetarian. Seumur hidup nyaris hanya makan tahu tempe.

Makanan ternyata menjadi salah satu kunci kesehatan. Tapi kalau sudah berhadapan dg makanan enak, memang berat sekali menjaga mulut. Rasanya pingin dihabiskan semuanya. Jika sekarang banyak orang sakit ternyata salah satu penyebabnya adalah makanan.

Catatan ini hanya refleksi pribadi saya untuk hidup lebih baik. Mohon maaf jika ada yg kurang berkenan.

6 komentar:

  1. menjaga mulut dari makanan dan lisan memang sangat baik untuk menjaga kesehatan fisik dan rohani, saya sependapat pak
    saya ingat dengan kalimat : lebih baik menyesal tidak bicara dari menyesal karena telah berbicara.


    Memilih makananan juga harus memikirkan utk kesehatan rohani

    terima kasih pak
    selamat pagi mohon maaf lahir batin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih telah berkunjung dan memberikan komentar

      Hapus
  2. Terkadang menjaga mulut itu susah, baik dari berbicara atapun makanan, ya gimana tidak saat-saat ngobrol dengan teman terkadang terlepas suatu kalimat yang menyinggung mereka tanpa disadarinya. Sedangkan menjaga mulut dari makanan terkadang makan pedas dan lupa akan lambung yang sensitif dengan rasa pedas.

    Simpulnya menjaga mulut itu penting untuk kebutuhan hidup yang akan datang.

    Selamat pagi dan terima kasih coretan bapak dapat memberi motivasi untuk hidup lebih baik. (Khususnya saya)

    BalasHapus
  3. Iya sob, agak berat juga sih jaga mulut kecuali memang pendiam atau gak suka makan, tapi ya memang harus berusaha lakukan yg terbaik terutama banyak minta ampun sama allah dan juga perbanyak minta maaf sama teman dan selalu memaafkan orang lain.

    BalasHapus