Selasa, 06 Desember 2016

Pertemuan dengan Sahabat di AICIS Lampung

Oleh Ngainun Naim

Perhelatan intelektual Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS)  ke-16 di IAIN Bandar Lampung sudah usai. Acara berlangsung mulai 1-4 November. Kini, saya ingin mencatat sisi-sisi unik dari perhelatan akbar setiap tahun ini. Fokus catatan ini adalah pertemuan demi pertemuan dengan banyak teman.

Selain sebagai kegiatan ilmiah bergengsi, AICIS menjadi media bertemunya teman-teman lama. Tercatat teman yang bertemu, antara lain, teman semasa kuliah S-1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya, yaitu Dr. Mohammad Shodiq, M. Si. Teman sekelas itu kini menjabat sebagai Wakil Dekan 3 FEBI UIN Sunan Ampel Surabaya. Ia juga mubaligh yang cukup terkenal.

Teman yang juga bertemu adalah Dr. Ahmad Isnaini, MA. Beliau teman sekelas saat kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pertemuan menjadi mungkin karena Dr. Isnaini adalah dosen di IAIN Raden Intan Lampung. Jadi beliau adalah tuan rumah.

Saat saya mencari ruang untuk presentasi bersama Prof. Dr. Abdullah Idi (UIN Raden Fatah Palembang),  Dr.Toto Suharto (IAIN Surakarta), Dr. Sawaludin (UIN Raden Fatah Palembang), dan Dr. Zaprulkhan (STAIN SAS Bangka Belitung), Dr. Isnaini dengan senang hati mengantar kami. Mengendarai mobilnya, kami diantar menuju lokasi presentasi.
Bersama Dr. Zaprulkhan

Saya juga bertemu beberapa teman sesama peserta Pelatihan Penelitian di Jakarta beberapa bulan lalu. Mereka adalah Abdul Qodir Zaelani yang juga dosen IAIN Raden Intan Lampung, Dr. M.Rizal Akbar dari IAI Tafaqquh Fiddin Dumai, Dr. Adrian dari STAIN SAS Bangka Belitung, dan Mohammad Misbah dari IAIN Purwokerto. Pertemuan ini menjadi semacam reuni. Pada malam hari, kami bertemu untuk makan malam bersama. Diskusi dan rencana kerja berhasil dirumuskan dalam pertemuan santai penuh suasana kekeluargaan ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar