Rabu, 28 Desember 2016

Maaf Pak, Teman-teman Saya Hilang



Oleh Ngainun Naim
 
Sumber gambar: https://iranianbloggers.wordpress.com
Rombongan wisatawan itu terlihat gembira menikmati liburan panjang di negeri tetangga. Kesempatan berlibur ke negara tetangga Jiran Malaysia merupakan kesempatan yang sangat langka. Karena itu, rombongan tersebut benar-benar menikmati setiap tempat yang menjadi tujuan rombongan.
Saat berada di pusat perbelanjaan, rombongan dipersilahkan oleh pemandu wisata untuk memasuki pusat perbelanjaan. Pemandu meminta anggota rombongan untuk berkumpul beberapa waktu kemudian. Ada jatah waktu satu jam yang dapat dimanfaatkan untuk berbelanja.
Satu jam berlalu. Satu demi satu rombongan telah kembali. Entah mengapa ada satu anggota yang belum kembali. Ditunggu beberapa waktu belum juga kembali. Mau dihubungi juga tidak bisa karena saat masuk ke negeri tetangga, nomor HP Indonesia tidak lagi bisa digunakan. Karena tidak ada kejelasan, satu rombongan tersebut dengan terpaksa ditinggal.
Sementara satu anggota yang ditinggal masih kebingungan. Ia lupa di mana jalan keluar pusat perbelanjaan. Ia terus memutar sampai akhirnya ia menemukan ada pos polisi di situ. Ia sadar sudah dua jam lebih mencari temannya dan belum ditemukan. Maka, ia pun masuk ke kantor polisi.
”Maaf Pak Polisi, saya mau lapor. Teman-teman saya hilang,” katanya.
Polisi pun menerima dengan baik laporan tersebut.
”Berapa jumlah teman Bapak”, tanya polisi.
”Ada dua puluh orang Pak”.
”Oh, Bapak. Maaf ya. Kalau begitu bukan teman Bapak yang hilang, tetapi justru Bapak yang hilang”, jawab polisi.
Bapak tersebut diam terbengong. Ia baru sadar kalau dirinya yang hilang. Beruntung polisi tadi sesungguhnya sudah dihubungi pemandu wisata agar mengarahkan Bapak yang hilang tersebut ke penginapan rombongan. Maka, Bapak yang temannya hilang—atau tepatnya Bapak yang hilang tersebut—disarankan naik taksi menuju penginapan yang ditunjukkan oleh polisi.
Selamat pagi, selamat menikmati liburan.
Ini catatanku, tetapi si Bapak bukan Aku.

2 komentar:

  1. Haha.. ceritanya kocak bin gokil.
    Pak Naim pandai juga bikin cerita lucu, ternyata. Hahaha

    BalasHapus