Sabtu, 16 Juli 2016

Penipuan Rutin Via SMS



Oleh Ngainun Naim
 
Contoh SMS penipuan
Entah siapa pelakunya. Rasanya si pelaku sudah melakukan aksinya puluhan kali. Polanya hampir SMS. Mengirim SMS ke civitas akademika IAIN Tulungagung, mulai dosen, tenaga pendidik, sampai ke mahasiswa.
Terbaru saya mendapatkan informasi SMS penipuan itu kambuh lagi. Bunyi SMS nyaris sama, yaitu:
Assalam, Saya Prof. Imam Fuadi M.Ag (WR 1 IAIN-Tulungagung) Ada Undangan  RakerNas Peningkatan Mutu & Kinerja Tendik dari Ditjen Pendis Kemenag, Kpd Yth: Bapak Dr. Ngainun Naim, Yg Akan Mendampingi Sy. Dgn No. Peserta 09998577. Akan Diselenggarakan Di Hotel Grand Cempaka JKT, Pada Tgl 23-24 Juli 2016. Bagi Peserta Mdpt Biaya Transportasi Rp. 5jt. Utk Penerimaan Dana Harap DiHubungi Ketua Panitia di Kemenag, Yaitu Prof.Dr.Agus Subekti,M.Ag Di 081237274378, Di Hubungi Skrg Sdh Di Tunggu, Mf Skrg Sy Ada Acara di Luar Kota. Undangannya Bisa Diambil di Ruangan Saya.Tks.
Nyaris semua dosen mendapatkan SMS sama. Dan ini adalah kejadian yang sudah tidak terhitung kalinya.
Jika SMS bagi dosen, saya kira bukan persoalan. Nyaris semuanya sudah paham bahwa itu merupakan penipuan. Tetapi jika bagi mahasiswa, itu sungguh berbahaya. Berbagai kemungkinan bisa terjadi. Misalnya, mahasiswa yang akan KKN di SMS Dekan bahwa yang bersangkutan akan mendapatkan bantuan tertentu.
Ada beberapa hal yang menurut saya merupakan kejanggalan:
Pertama, si penipu tahu persis nomor hampir semua civitas akademika IAIN Tulungagung.
Kedua, si penipu selalu melakukan aktivitasnya secara rutin. Bisa jadi mereka menyebarkan SMS semacam ini nyaris setiap bulan sekali.
Menyikapi hal semacam ini, saya mengusulkan agar:
Pertama, memperbanyak informasi mengenai penipuan semacam ini di berbagai sudut kampus.
Kedua, menginformasi melalui berbagai media yang ada yang memungkinkan untuk dibaca civitas akademika, khususnya mahasisswa, agar mereka tidak percaya begitu saja terhadap penipuan yang ada.
Ketiga, melaporkan kasus semacam ini ke pihak yang berwajib.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar