Rabu, 01 Juni 2016

Berteman Penulis Bisa Dapat Buku Gratis



Oleh Ngainun Naim
 
Buku M. Husnaini
Saya suka berteman. Banyak teman banyak manfaat. Sebagai orang yang menekuni dunia menulis, tentu saya juga berteman dengan banyak penulis. Ada pertemanan yang berlangsung secara nyata dan banyak juga yang berteman baru sebatas di dunia maya.

Salah satu hikmah berteman adalah bisa saling belajar. Jejaring sosial yang kian mewabah memberikan hikmah luas tak terperi, selain ekses yang tidak bisa diabaikan. Lewat jejaring sosial saya terus belajar mengasah keterampilan menulis.

Hikmah yang saya dapatkan salah satunya adalah mendapatkan buku gratis. Itu yang saya rasakan. Beberapa kali saya mendapatkan kiriman buku dari sesama penulis.

Hari senin siang (30/5/2016) saya sedang menuju ruangan kerja ketika petugas resepsionis IAIN Tulungagung memanggil nama saya. Ia memberitahukan bahwa ada kiriman paket untuk saya. Segera saya menuju resepsionis. Sebuah amplop coklat tertulis nama saya. Dan saya baca pengirimnya adalah penulis muda berbakat asal Lamongan, M. Husnaini.
 
Paket dari M. Husnaini
Saya buka bungkusan itu. Sebuah buku yang baru saja terbit telah terkirim ke Tulungagung, sebuah kota kecil yang terhitung marginal dari akses buku. Judul bukunya sangat menarik, Allah Pun ”Tertawa” Melihat Kita (Jakarta: Quanta, 2016). Saya sungguh bersyukur mendapatkan kehormatan dari penulis untuk membaca buku karyanya. Buku ini saya rencanakan saya baca sampai tuntas di bulan Juni. Rasanya buku ini menemukan momentumnya untuk dibaca di bulan suci ramadhan.

Beberapa hari sebelumnya, dosen Universitas Negeri Surabaya yang juga pegiat literasi, Much. Khoiri mengirimkan juga bukunya. Buku tersebut berjudul Much. Khoiri dalam 38 Wacana (Surabaya: Unesa University Press, 2016). Buku ini juga sangat penting karena memberikan banyak manfaat dan semangat dalam menulis.

Sebelumnya lagi, sebuah buku supertebal karya Dr. Zainul Milal Bizawie yang berjudul Masterpiece Islam Nusantara, (Jakarta: Pustaka Compass, 2016). Buku ini saya terima secara gratis karena kebetulan saya dipercaya sebagai pembedahnya.

Begitulah, berteman itu banyak manfaatnya. Sebagai penulis, saya juga akan melakukan hal yang sama, yakni mengirimkan kembali karya saya kepada mereka yang juga mengirimi saya buku-buku karyanya. Sementara buat pembaca sekalian yang belum menulis buku, ayo hasilkan buku. Tetapi jangan minta buku secara gratis kepada penulis. Kata Pak Much. Khoiri, ”Hargailah penulis dengan membaca buku karyanya”. Salam.

Kampus IAIN Tulungagung, 1 Juni 2016.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar