Jumat, 27 Mei 2016

Potret Kreativitas Berliterasi



Oleh Ngainun Naim
 
Buku "Much. Khoiri dalam 38 Wacana"
Menjadi penulis harus kreatif. Jika tidak kreatif, seorang penulis akan tergilas oleh arus perubahan. Kreativitas seorang penulis mencakup semua aspek, mulai dari mencari ide, proses menulis, menerbitkan, hingga memasarkan.

Dalam hal kreativitas, kita layak belajar kepada Much. Khoiri. Dosen UNESA yang akrab disapa Pak Emcho ini adalah aktivis literasi dengan kreativitas tinggi. Hal itu dibuktikan dengan aktivitas berliterasi yang padat merayap dan terbitnya buku-bukunya yang seolah tanpa jeda. Sebut saja buku Rahasia Top Menulis (2014), Jejak Budaya Meretas Peradaban (2014), Pagi Pegawai Petang Pengarang (2015), dan Much. Khoiri dalam 38 Wacana (2016). Sekarang Pak Emcho sedang mempersiapkan beberapa buku baru untuk diterbitka. Salah satunya berjudul SOS: Sopo Ora Sibuk
Tulisanku di buku "Much. Khoiri dalam 38 Wacana"


Buku Much. Khoiri dalam 38 Wacana yang diterbitkan Unesa University Press menjadi bukti bagaimana kreativitas itu mewujud secara unik. Kemunculan buku ini diceritakan secara menarik di bagian Prakata yang diberi judul ”Akrobat Kecil di Balik Buku ini”. Jika Anda membaca Prakata Pak Emcho, Anda akan menemukan bagaimana kreativitas muncul dan bekerja secara apik.

Buku ini bukan hanya berisi tulisan Pak Emcho, tetapi berisi tulisan dari banyak pihak—termasuk ada tulisan saya di dalamnya—tentang Pak Emcho, buku-buku karyanya dan juga gagasan-gagasannya. Total ada 38 tulisan yang kemudian menjadi judul buku ini. Bab pertama bertajuk "Tentang Jejak Budaya Meretas Peradaban" yang berisi 6 tulisan tentang buku karya Pak Emcho, Jejak Budaya Meretas Peradaban. Tulisan ke-7 sampai 23 merupakan ulasan terhadap buku 'Rahasia Top Menulis'. Tulisan ke-24 sampai 29 adalah ulasan untuk buku 'Pagi Pegawai Petang Pengarang'. Dan tulisan ke-30 sampai 38 diberi tajuk 'Tinjauan Biografi/Apresiasi'.
 
Catatan Pak Emcho yang khas dan menggigit
Saya menyukai gaya bertutur Pak Emcho yang renyah mengalir. Dari karya-karyanya, juga dari persahabatan dengan beliau, saya mendapatkan banyak inspirasi dan wawasan, termasuk dalam persoalan kreativitas.
 
Kampus IAIN Tulungagung, 27 Mei 2016

6 komentar:

  1. Wah, jadi pengen baca bukunya juga saya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ari: bukunya sungguh menarik. Bisa hubungi penulisnya untuk mendapatkan buku tersebut.

      Hapus
  2. menulis dengan bahasa tutur, lebih renyah.

    BalasHapus
  3. Betul sekali Bu Ima. Lebih mengalir.

    BalasHapus