Rabu, 06 April 2016

Memasarkan Hasil Penelitian



Oleh Ngainun Naim

Islam Indonesia selalu menjadi obyek kajian yang menarik. Penelitian demi penelitian telah dilakukan, baik oleh akademisi dalam negeri maupun luar negeri, tetapi selalu saja terdapat aspek menarik yang ditemukan. Obyek yang sama jika diteliti dengan teori dan pendekatan berbeda akan memberikan hasil yang juga berbeda.
 
Memasarkan ide
Daya tarik Islam Indonesia ditandai oleh banyaknya penelitian yang telah dilakukan, khususnya oleh peneliti luar negeri. Sayang, persebaran hasil penelitian tersebut belum maksimal. Banyak akademisi Indonesia yang tidak mengetahuinya. Justru akademisi asing yang mengetahui dan menguasai persoalan secara baik. Aspek ini penting menjadi bahan refleksi bersama untuk perbaikan ke depan. Sosialisasi hasil penelitian memang menjadi persoalan serius di Indonesia.

Artikel Akh. Muzakki—Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya—di Harian Kompas edisi 26 Maret 2016 menarik untuk kita cermati. Di artikel yang berjudul ”Mengelola Pengetahuan” tersebut Muzakki menyatakan bahwa, ”Memproduksi itu lebih mudah daripada mengelola hasil produksi hingga memasarkannya. Prinsip ini berlaku tidak hanya pada praktik bisnis, tetapi juga keilmuan. Sama halnya dengan praktik bisnis, memproduksi pengetahuan perlu energi besar. Terlebih berkaitan dengan perihal memasarkannya.”

Gagasan Akh. Muzakki ini seyogyanya menjadi bahan renungan bersama. Merupakan sebuah ironi manakala hasil penelitian hanya teronggok di gedung perpustakaan. Lebih ironis lagi tatkala hasil penelitian tersebut kemudian dimusnahkan atau diperjualbelikan di loakan. 

Pada titik inilah, pemikiran Akh. Muzakki menjadi sangat penting. Guru besar termuda UIN Sunan Ampel tersebut menulis, ”Sejatinya, mengelola pengetahuan adalah perihal bisnis keilmuan. Gagal mengelola pengetahuan akan menjadikan bisnis keilmuan mengalami kebangkrutan substantif. Jika ini yang terjadi, peradaban sebuah bangsa akan sulit menjauh dari titik nadir.”

Aspek inilah yang seharusnya menjadi pemikiran bersama kalangan ilmuwan dan dunia perguruan tinggi Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar