Jumat, 18 Maret 2016

Kecantikan dan Kesederhanaan

Oleh Ngainun Naim

 
Sosok Puteri Indonesia 2016 di Harian Jawa Pos
Namanya Kezia Roslin Cikita Warouw. Ia terpilih sebagai Puteri Indonesia tahun 2016. Tentu, ia sangat cantik. Saya kira salah satu syarat untuk bisa terseleksi dalam kontes Puteri Indonesia adalah cantik. Walaupun sesungguhnya kata cantik itu ukurannya relatif.


Soal kecerdasan, saya kira Kezia Roslin juga di atas rata-rata. Seleksi berjenjang sampai tingkat nasional untuk bisa terpilih sebagai Puteri Indonesia jelas tidak mudah dilalui. Pertanyaan demi pertanyaan harus mereka jawab. Keberhasilan menjawabnya menjadi salah satu tolok ukur untuk lolos dalam tahap-tahap seleksi.


Secara sederhana bisa dinyatakan bahwa mereka yang lolos di tingkat nasional, apalagi yang terpilih menjadi Puteri Indonesia, adalah orang-orang yang cerdas. Selain kecerdasan yang di atas rata-rata, aspek yang sangat penting adalah wawasan. Ya, luasnya wawasan itu penting sekali. Berbagai pertanyaan yang diajukan juri rata-rata tidak mudah dijawab. Hanya mereka yang wawasannya luas saja yang bisa menjawab secara baik. Tentu kurang elok jika ada pertanyaan lalu dijawab, "Maaf, saya tidak tahu", atau "Maaf, saya baru mendengar".


Hal ini bermakna bahwa keluasan wawasan itu sangat penting. Siapa pun yang memiliki wawasan luas akan memiliki kerangka pandang yang lebih luas. Berbagai hal akan ditanggapi dengan perspektif yang konstruktif.


Cara penting untuk meningkatkan wawasan adalah dengan membaca. Membaca yang dilakukan secara rutin, baik buku, jurnal, majalah, koran, dan sumber bacaan lainnya, akan memperluas wawasan kita. Semakin banyak yang dibaca semakin luas wawasan kita.


Puteri Indonesia 2016 ternyata memiliki hobi membaca. Saya kira itu memang sebuah keharusan. Mustahil bisa terpilih menjadi orang nomor satu di ajang bergengsi jika wawasannya dangkal. Tidak hanya itu, Kezia Roslin juga hobi menulis. Nah, ini yang istimewa. Saya kira jarang ada Puteri Indonesia yang memiliki hobi menulis. Mungkin dia orang pertama yang hobi menulis dari para Puteri Indonesia yang lainnya. Jika bukan yang pertama, paling tidak dia termasuk orang yang sedikit dari para Puteri Indonesia yang menulis.


Ada yang lebih unik lagi, yaitu sederhana. Apa hubungannya? Hubungannya cukup erat. Walaupun cantik, pintar, dan terpilih menjadi Puteri Indonesia, ternyata ia cukup sederhana. Jika umumnya orang terkenal itu gaya hidupnya glamor, Kezia Roslin ternyata memilih hidup sederhana. Kok tahu? Ya iyalah.


Saya tahunya tidak dengan mengobservasi atau wawancara. Itu mustahil. Rumah saya desa, mana mungkin melakukannya. Koran Jawa Pos yang memberitakannya di edisi 15 Maret 2016.


Salah satu bentuk kesederhanaannya adalah merekam ide di buku tulis. Hari gini masih menulis di buku tulis? Ya, Kezia Roslin tidak memakai smartphone. Ia setia dengan buku tulis. Buku itu ke mana pun ia bawa. Peristiwa dan hal-hal penting ia catat. Dan saya kira itu merupakan sesuatu yang unik di tengah mewabahnya generasi smartphone.

Tulungagung, 18 Maret 2016.

3 komentar:

  1. Semoga putri indonesia rahun mendatang juga suka
    Menulis.

    BalasHapus
  2. Semoga putri indonesia rahun mendatang juga suka
    Menulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Terima kasih Bu Ima sudah berkunjung ke blog sederhana ini.

      Hapus