Senin, 08 Desember 2014

Statusmu, Kabarmu



Oleh Ngainun Naim

”Buat apa bikin status panjang setiap hari?”, tanya seorang teman setelah menyimak beranda facebook saya yang nyaris setiap hari berisi status yang tidak pendek. Ya, saya memang terbiasa membuat status agak panjang. Rata-rata di atas tiga paragraf. Bisa juga lebih. Bahkan kadang tiga halaman kuarto, khususnya kalau saya mengulas sebuah buku atau membuat resensinya.
Saya terdiam mendengar pertanyaan tersebut. Saya tersenyum, bukan karena tidak ada jawaban tetapi karena ada sangat banyak jawaban.
Saya membuat status nyaris setiap hari karena memang menurut saya memiliki banyak manfaat. Manfaat yang pertama adalah silaturrahim. Kok? Ya, menulis status itu menunjukkan bahwa saya bisa bertemu banyak teman. Setiap saya membuat status, saya mendapatkan banyak jempol dan komentar teman-teman. Di antara mereka ada yang sudah saya kenal secara akrab dan banyak yang saya baru mengenalnya setelah bertemu di jejaring facebook. Persahabatan ini harus saya rawat secara baik. Salah satunya adalah dengan menulis status. Coba kalau fb saya kosong sebulan? Tentu banyak teman yang malas berkunjung ke lapak saya. Dengan berkunjung, akan terjalin silaturrahim yang lebih erat.
Kedua, merawat tradisi menulis. Melalui menulis setiap hari, saya merasa mudah menulis catatan dalam bentuk lain, baik artikel atau buku. Menulis status kelihatannya sederhana tetapi sesungguhnya tidak mudah. Saya merasakan betul manfaatnya. Dan itulah yang saya usahakan untuk saya jaga.
Ketiga, ibadah. Semoga ini bukan kesombongan. Status yang saya buat saya niatkan sebagai sedekah. Jika ada yang mendapatkan manfaat dari status kacangan saya, semoga pahalanya menambah keberkahan hidup saya sekeluarga.
Sebenarnya masih banyak lainnya yang ingin saya tulis. Silahkan Anda melengkapinya sesuai pengalaman Anda masing-masing.

Ini catatan saya. Mana catatan Anda?

Madiun, 6 Des 2014

Ngainun Naim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar