Senin, 03 Juni 2013

SUMBER IDE


Bagian Kedua
Oleh Ngainun Naim

Kedua, beberapa teman mengutarakan keinginannya untuk menulis. Tetapi sebagian besar hanya sebatas ingin menjadi penulis dan jarang—atau bahkan tidak pernah—menulis sebagaimana yang dibayangkan. Alasannya bermacam-macam, mulai dari kesibukan yang tidak ada jeda, miskin ide, banyak ide tapi sulit mengeksekusi, dan berbagai persoalan teknis lainnya.
Keinginan untuk menulis sendiri, bagi saya, sudah merupakan aspek yang harus dihargai dan diapresiasi. Tinggal satu langkah saja yang harus dilakukan, yaitu bagaimana menerjemahkan keinginan itu dalam bentuk kerja. Jadi, marilah sobat sekalian yang ingin menulis, tulislah apa saja yang ingin Anda tulis. Jangan menunda, menunggu waktu yang tepat, atau berbagai alasan lain untuk tidak menulis.
Penulis awal biasanya berhadapan dengan persoalan paling mendasar dalam menulis, yaitu ide menulis.  Saya sendiri termasuk orang yang juga selalu berhadapan dengan persoalan ini, sejak awal belajar menulis sampai saat sekarang ini. Tetapi prinsip yang saya pegangi dalam menekuni dunia menulis adalah: ide itu harus dicari, bukan ditunggu. Jangan dibayangkan ide akan datang dengan sendirinya. Jika ini yang menjadi andalan dalam menulis, saya kira belum tentu setahun sekali akan ada tulisan yang dihasilkan karena ide tidak kunjung menyapa.
Bagaimana cara mencari ide? Ada banyak cara, misalnya lewat membaca buku. Kalau Anda berminat, bisa Anda baca di arsip blog saya mengenai beberapa tulisan yang ide dasarnya dari dunia buku. Bisa juga dari sumber-sumber yang lainnya, seperti acara televisi, koran, internet, diskusi, dan berbagai sumber lainnya. Prinsipnya adalah ide itu bisa didapatkan dari mana saja. Asal Anda menyiapkan sikap kritis dan fokus menekuni dunia menulis, Insyaallah sumber ide Anda tidak akan kering.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar