Kamis, 20 Juni 2013

BASIS KEMAJUAN YANG TERABAIKAN



Judul Buku: The Power of Discipline, Kekuatan untuk Bertahan di Badai Krisis dan Meningkatkan Apa Pun yang Anda Inginkan
Penulis: Heru Susanto
Penerbit: Elex Media Komputindo Jakarta
Edisi: 2011
Tebal: 338+xxii
Peresensi: Ngainun Naim
Peminat buku. Tinggal di Tulungagung Jawa Timur.
Blog: ngainun-naim.blogspot.com dan ngainun-naimdua.blogspot.com

Bangsa ini memiliki hampir semua prasyarat untuk menjadi bangsa besar dan maju. Alam menyediakan jutaan potensi bagi kesejahteraan kehidupan. Tetapi ada satu hal yang tidak dimiliki, yaitu disiplin.
Semua negara maju berbasis kepada disiplin pada semua bidang kemajuan. Disiplin tidak hanya menjadi gerakan nasional yang dianjurkan oleh pemerintah, tetapi sudah menjadi darah daging yang sistemik. Mereka yang tidak disiplin akan terasingkan dengan sendirinya.
Disiplin sesungguhnya mempunyai kekuatan luar biasa yang dapat mengantar individu, kelompok, dan bahkan bangsa untuk meraih berbagai hal yang mereka inginkan. Disiplin menjadi langkah teknis dan praktis untuk meraih apapun harapan dan cita-cita.
Rendahnya budaya disiplin sesungguhnya sudah menjadi pengetahuan umum seluruh elemen masyarakat Indonesia. Tetapi pengetahuan ini belum menurun menjadi kesadaran dan kemauan untuk terejawantahkan dalam perilaku nyata. Berbagai persoalan yang semakin rumit dalam tata kehidupan sekarang ini sesungguhnya bermuara pada lemahnya budaya disiplin.
Ada banyak strategi yang dapat dilakukan untuk menumbuhkembangkan disiplin sehingga menjadi budaya. Salah satunya melalui cara-cara sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Heru Susanto melalui buku ini berkisah berbagai strategi tentang bagaimana menjadikan disiplin sebagai kunci penting dalam membangun kesuksesan berbagai bidang kehidupan.

Memulai disiplin itu memang tidak mudah. Tetapi Heru memberikan banyak contoh bagaimana disiplin bisa menyatu sampai pada alam bawah sadar. Disiplin, kata Heru, bukan sekadar gerakan atau ajakan, tetapi sebuah tindakan. Karena itu, disiplin harus dilakukan dengan berbagai cara secara bijak dan arif.
Buku karya Heru Susanto ini berisi 101 kekuatan disiplin. Uraiannya sederhana, mengalir, sarat energi perubahan, dan memberikan daya dorong yang luar biasa mengenai disiplin. Heru memberikan banyak contoh betapa disiplin memang masih jauh dari kehidupan dan budaya masyarakat Indonesia. Dalam kehidupan rumah tangga, sering anggota keluarga tidak disiplin meletakkan barang. Akibatnya, begitu dibutuhkan maka seluruh anggota keluarga saling tuduh. Jika saja disiplin telah menjadi budaya, tentu hal semacam itu tidak perlu terjadi.
Pada level negara, ketidakdisiplinan terlihat pada bagaimana orang menepati aturan, mengelola anggaran, dan terjebak pada nafsu kekuasaan. Jika para pengelola negara mau disiplin, tentu kondisi Indonesia akan lebih baik lagi.
Semua negara maju memiliki budaya disiplin yang tinggi. Heru Susanto mengulas dengan apik bagaimana negara seperti Jepang, Cina, dan Korea Selatan mampu melaju cepat dalam kemajuan negara. Ternyata faktor yang dominan adalah budaya disiplin tinggi dari seluruh komponen masyarakat.
Buku karya Heru Susanto ini mengajarkan, mulai dari hal yang paling kecil, yaitu diri sendiri hingga level antar negara, tentang bagaimana disiplin begitu pentingnya ditumbuhsuburkan dalam budaya masyarakat Indonesia. Heru Susanto mendobrak kesadaran kita, memberikan bukti nyata kedahsyatan disiplin, dan harapan agar disiplin menjadi budaya yang mengakar kuat di masyarakat Indonesia. Sebagai basis kemajuan, disiplin jangan sampai terabaikan.

2 komentar: