Jumat, 31 Mei 2013

KIAT MEMBACA BUKU SECARA EFEKTIF

Oleh Ngainun Naim


Dalam rangka menangkap makna secara optimal, beberapa langkah praktis yang ditawarkan Hernowo penting untuk diperhatikan. Menurut Hernowo, beberapa aspek yang penting untuk diperhatikan saat membaca. Pertama, sabar. Kesabaran diperlukan saat membaca karena bila tergesa-gesa dalam memaknai suatu gagasan,  bisa jadi kesimpulannya salah.  Kedua, telaten. Ke-telaten-an memungut makna-makna yang tersebar di sepanjang halaman buku kemudian mengumpulkan dan menghimpunnya amat diperlukan karena kalau tidak telaten akan banyak gagasan yang menguap dan bersembunyi kembali.  Ketiga, tekun. Ketekunan diperlukan untuk membantu kita menyisir himpunan kata, kalimat, alinea, bab, dan bagian demi bagian yang menyimpan gagasan pokok dan penting untuk diperhatikan. Keempat, gigih. Kegigihan akan mendorong agar tidak sekali baca sudah itu mati, artinya bisa jadi perlu mengulang pembacaan hingga lebih dari sekali. Dan Kelima, sungguh-sungguh. Kesungguhan dalam menemukan makna, memahami maksud penulis, dan mengajak pikiran memelototi hal-hal menarik dan penting yang disampaikan seorang penulis akan menghadirkan manfaat yang tidak terduga.
Memang, apa yang ditawarkan oleh Hernowo ini memiliki manfaat secara praktis bagi siapa saja yang ingin memperoleh dan mereguk makna sebanyak-banyaknya dari setiap teks yang terbaca. Tetapi dalam kenyataannya, pengaruh sebuah bacaan tidak harus dilakukan dengan memenuhi persyaratan ideal ini. Sebab sangat mungkin seseorang hanya menemukan satu teks tertentu, tetapi teks tersebut terasa begitu menggetarkan, mempengaruhi kesadarannya, memantik semangat baru dalam hidup, dan memberikan energi baru yang melimpah. Justru di sinilah sisi menarik aktivitas menjelajah dunia aksara ini.
Persoalannya, bagaimana menggali kekuatan dari kata-kata yang tertulis ini? Selain formula yang ditawarkan oleh Hernowo, ada beragam faktor lain yang mampu mempengaruhi seseorang atas teks yang dibacanya. Bisa jadi pengaruh tersebut begitu besar karena teks tersebut memberikan jawaban atas persoalan yang tengah dihadapinya, atau teks tersebut menyadarkan atas apa yang tengah dialaminya, atau karena teks tersebut memang begitu mengakar kuat dalam kesadaran kesehariannya.
Teks (tertulis) memang memiliki kekuatan yang dahsyat. Namun tidak semua orang mampu menangkap, merenungi, menghayati, merekonstruksi, kemudian menjadikannya modal untuk melakukan perubahan diri. Sebuah teks yang sama akan memiliki pengaruh yang berbeda pada setiap orang. Bagi banyak orang, sangat mungkin teks tersebut hanyalah sebuah teks yang biasa saja, sehingga kemudian terlupakan seiring perjalanan waktu. Namun teks yang sama juga memiliki peluang untuk menjadi sesuatu yang sangat berpengaruh, bahkan mampu menjadi magnit dan energi besar yang memberdayakan. Di sinilah misteri besar teks.
[Catatan: Artikel ini diambilkan dari bab 4 buku saya, The Power of Reading].



Tidak ada komentar:

Posting Komentar